Banyak Pramuka yang belum mengetahui tentang tata cara menyampaikan Salam Pramuka. Umumnya di Kwartir Cabang Kabupaten Kuningan banyak ragam dan cara dalam menyampaikan Salam Pramuka ada yang mengepalkan tangan, mengacungkan tiga jari sebagai tanda Tri Satya. Belakangan ini Admin baru mengetahui perkembangan terbaru tentang Tata Cara Melakukan Salam Pramuka. Berawal dari sebuah kritik terhadap Thriller FTV Kala Sandi Berkata yang kami terima di www.pramukanet.org kami langsung mencari beberapa referensi dan ingin kami bagikan kepada Kakak-Kakak Anggota Pramuka di Kwartir Ranting Kecamatan Ciawigebang khususnya dan Kwartir Cabang Kabupaten Kuningan Pada Umumnya.
Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan "Salam pramuka!" yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan "Salam!" sambil menghormat juga.
Fungsi salam pramuka
Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.
Macam salam pramuka
Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:
Salam biasa
Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.
Salam hormat
Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.
Untuk salam hormat diberikan kepada :
Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan dalam suatu upacara.
Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.
Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji Trisatya dalam acara Ulang Janji.
Cara memberikan salam pramuka
Posisi siap, tangan kiri lurus ke bawah tangan kanan diangkat pada pelipis, posisi telapak tangan miring, telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas.
Ketika membawa tongkat; tongkat diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri melintang di depan dada.
Untuk salam penghormatan kepada Bendera merah putih, ketika membawa tongkat, tongkat di pindah ke tangan kiri, dengan ujung tongkat masih tetap di depan kaki kanan, dan tangan kanan diangkat pada pelipis, seperti pada posisi ketika tidak membawa tongkat.
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (dalam keadaan duduk atau di atas kendaraan), salam pramuka dapat diberikan hanya dengan mengangkat tangan pada pelipis sambil mengucapkan "Salam Pramuka" dan tanpa perlu berdiri.
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pimpinan Kwarda, Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih dan Instruktur Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pembina Gugusdepan,
Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk memperingati Hari Pramuka ke 49 pada tanggal 14 Agustus 2010.
Selaku Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 49 kepada segenap keluarga besar Gerakan Pramuka di manapun berada.
Semoga peringatan Hari Pramuka kali ini dapat mendorong Gerakan Pramuka untuk lebihmeningkatkan kontribusinya dalam upaya membentuk karakter kaum muda yang baik sebagai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang saya banggakan,
Meskipun data lengkap tidak dimiliki, namun harus diakui sejak beberapa tahun terakhir ditemukan gejala semakin lunturnya semangat dan rasa kebangsaan di kalangan kaum muda yang dapat dilihat antara lain dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negara serta semakin berkurangnya pemahaman kaum muda terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa.
Bersamaan dengan itu ditemukan pula pelbagai masalah yang terkait dengan semakin menurunnya akhlak dan pekerti kaum muda, seperti menipisnya sifat kejujuran, kurangnya sikap santun terhadap orang yang lebih tua, kurang menghargai pendapat orang lain, penyelesaian masalah dengan cara kekerasan, ingin menang sendiri serta tidak menerima kekalahan.
Ditemukannya dua masalah ini tentu saja tidak meggembirakan. Sejarah telah menunjukkan bahwa keruntuhan suatu bangsa dimulai dengan menurunnya semangat dan rasa kebangsaan serta semakin lunturnya akhlak dan pekerti kaum muda.
Rapuhnya sendi-sendi yang menopang sebuah bangsa ini sangat terkait dengan ketidak berhasilan kita melaksanakan upaya pembentukan watak dan karakter kaum muda. Padahal telah sama diketahui bahwa kaum muda sebagai bagian dari komponen bangsa sangat rentan terhadap pelbagai perubahan yang terjadi pada tata nilai dan budaya bangsa.
Untuk mengatasi masalah yang amat merisaukan ini, menjadi sangat penting peranan pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembentukankarakter bagi kaum muda. Dewasa ini Pemerintah memang sedang bekerja keras melaksanakan pelbagai kegiatan untuk membangun karakter bangsa guna menjamin keberhasilan pembangunan masyarajat, bangsa dan negara, yang antara lain mempercayakannya kepada Gerakan Pramuka.
Dalam kaitan ini, saya yakin dan percaya bahwa peranan Gerakan Pramuka sangat strategis dan penting.Pendidikan nilai-nilai yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka akan menjamin terbentuknya watak, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda.
Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang berbahagia,
Revitalisasi Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan bagi generasi muda di Indonesia, telah berjalan selama empat tahun. Revitalisasi yang tujuan pokoknya adalah untuk mengaktifkan kembali Gugusdepan sebagai ujung tombak Gerakan Pramuka, untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam empat tahun ini telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan.
Secara bertahap, tetapi pasti, Gugusdepan kembali aktif melaksanakan kegiatannya. Secara bertahap, tetapi pasti citra dan kinerja Gerakan Pramuka tampak main membaik. Minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak makin meningkat. Bersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka, yakni mempersiapkan kaum muda sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, pelbagai keberhasilan ini tentu harus dapat dipertahankan dan bahkan semakin lebih ditingkatkan.
Hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan yakni Satya dan Darma Pramuka oleh seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang tangguh pada masa depan.
Dalam kerangka mempersiapkan generasi muda yang seperti ini, diperlukan keberadaan dan eksistensi Gerakan Pramuka yang solid. Dalam kaitan ini ditetapkannya tema peringatan HUT Gerakan Pramuka ke 49 pada tahun 2010 ”Satu Pramuka untuk Satu Indonesia” adalah sangat tepat. Diharapkan dengan tema ini, kita semua dapat menjaga persatuan dan kesatuan organisasi Gerakan Pramuka. Dapat meningkatkan motivasi dan bakti kita untuk lebih memajukan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah pendidikan kepramukaan di Indonesia. Dapat memperkuat dan memantapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya mitra Pemerintah yang tangguh dalam mendidik dan membentuk karakter kaum muda melalui pendidikan kepramukaan untuk Indonesia yang lebih baik pada masa depan.
Kakak-kakak dan adik-adik sekalian yang saya cintai,
Pada kesempatan memperingati Hari Pramuka ke 49 ini perkenankanlah saya atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan bagi perkembangan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini terutama kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan kepada bapak-bapak/ibu-ibu Menteri, serta kepada bapak-bapak/ibu-ibu Gubernur serta bapak-bapak/ibu-ibu Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu semua, tidak mungkin Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan.
Selanjutnya kepada Pimpinan dan anggota DPR RI kami amat mengharapkan kiranya dapat membantu mempercepat serta memperlancar proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Gerakan Pramuka sehingga secepatnya dapat disahkan menjadi Undang-Undang Gerakan Pramuka. Undang-undang yang memantapkan satu Gerakan Pramuka untuk satu Indonesia.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah pula saya mengajak kakak-kakak anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam mendidik generasi muda yang berkarakter.
Kepada para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka dan para Pembina Pramuka di seluruh Indonesia saya menghimbau untuk kiranya kita dapat secara bersama-sama meningkatkan kualitas gugusdepan sebagai wahana pendidikan karakter bangsa.
Kepada adik-adik anggota Pramuka di seluruh Indonesia, saya menyampaikan rasa bangga. Sangatlah tepat adik-adik memilih Gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, karena mengikuti sekolah formal saja tidak cukup mengingat sangat terbatas waktu untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang akan menjadi bekal hidup dikemudian hari. Untuk hasil yang optimal dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia, adik-adik perlu menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman, antara lain dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai melalui Gerakan Pramuka.
Semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.
Oleh DEDEN RIJALUL ULUM ( Wartawan Radar Kuningan )
Wadah produksi FTV rupanya bukan hanya di Ibu Kota saja. Di Kuningan pun, wadah kreasi semacam itu sudah muncul dengan menamakan dirinya GP ( Gempita Persada ) Production. Kabarnya, GP Production telah memproduksi lima FTV. Bagaimana kiprahnya ?
Minggu kemarin ( 1/8) di GOR Ewangga, film kelima produksi GP Production itu dilaunching. Film yang digarap selama enam bulan tersebut berjudul “ Kala Sandi Berkata “ Temanya lain dari biasanya yang melulu percintaan. Film kali ini bertema pendidikan terutama menceritakan aktivis Pramuka.
“ Kita beralih ke eksklusif tema pendidikan yakni Pramuka. Melalui film ini kami menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk meningkatkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Jelas Pimpinan Produksi, Herman DX didampingi Koordinator Marketing, Hanggara BP di sela-sela acara.
Herman yang ketika itu bersama penasehatnya Agus wardono, SE, MBA dan Agus S. Wiryadinata mengatakan, film yang dibintangi Riyke Rahmawati dan Rezza Aditya tersebut layak ditonton oleh generasi muda, sebab pesan yag disampaikannya positif guna membangkitkan semangat nasionalisme generasi penerus bangsa.
Terlebih kata dia, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs. H. Dadang Supardan M.Si yang menghadiri acara tersebut memberikan support yang begitu besar. Ia mendorong agar diselenggaraan bedah film di sekolah-sekolah.
Hadir dalam acara launching, selain Dadang juga Kepala Bakesbang Polinmas H. Yeddi Chandra SH MH. Hadir pula Kepala Disparbud Drs. Nana Sugiana Msi, para pemerhati film dan juga Sutradara senior H. Maman Firmansyah. Tak lupa produser Nining Hardinigsih pun hadir.
Herman menyebutkan, Sutradara film KSB ini adalah Wawan R dengan penulis Skenario AR Affandi. Film tersebut melibatkan lebih dari 100 orang pemain dengan pemeran utama Riyke Rahmawati dan Rezza Aditya. Semuanya merupakan orang Kuningan dengan lokasi syuting di Kuningan.
“ Kita akan talkshow di RCTV berkaitan dengan film KSB ini nanti, “ kata dia.
Menceritakan film sebelumnya yang telah dibuat, sebagian besar bertemakan cinta. Salah satunya masuk lima besar kategori film Budaya di Bandung. Judul film tersebut yakni “ Cinta di akhir Seren Taun “ yang sebentar lagi tayang di TVRI.
“ Empat Film yang telah kami buat itu antara lain Mawar Terakhir di Kaki Bukit, Cinta Hanyalah Cinta, Sang Perawan dan Tuna Wisma serta Cinta Diakhir Seren TAun.” Sebutnya.
“ Sejarah pembuatan film-film tersebut, kata Herman diilhami banyaknya prestasi yang diraih pemuda-pemudi Kuningan. Terutama di bidang seni seperti modeling, Mojang Jajaka dan lainnya. Sehingga dari situ pihaknya bersama rekan lainnya berkomitmen untuk mengangkat potensi-potensi tersebut.(*)
Kejujuran itu penting, meski kadang kejujuran itu pahit dan menyakitkan. Pesan moral itulah yang ingin disampaikan dalam film ini. Kehidupan Risma begitu samar, ia tinggal bersama adiknya Tria dan seorang tukang Kebun bernama Mang Sarma. Ia hanya tahu bahwa ibunya dulu sewaktu Risma kecil selalu menengoknya setiapkali ia berulang tahun. Namun sejak ia beranjak dewasa. Ia tak pernah lagi melihat sosok ibunya. Kegelisahannya itu selalu ia tuangkan dalam buku harian yang ia tuliskan dengan menggunakan sandi kotak. Kerinduannya terhadap sosok tersebut ia lampiaskan dalam kegiatan kepramukaan. Ia menemukan keceriaan, kebahagiaan bersama teman-temannya di kegiatan Pramuka. Namun setiap kali ia kembali ke rumah, ia selalu menemukan kemuraman tentang siapa Tria dan siapa Mang Sarma sebenarnya. Risma mempunyai seorang teman spesial bernama Arya. Ia menemukan sosok ayah dan kakak dalam diri Arya. Suatu saat, Risma mengalami kebimbangan. Ia harus memilih antara kegiatan pelantikan Pramuka, dengan menunggu adiknya yang bisu di rumah. Semula ia hendak menitipkan Tria pada Arya, namun kepercayaannya hilang ketika mengetahui Arya dekat dengan seorang perempuan bernama Susie. Risma akhirnya memutuskan untuk menitipkan Tria pada Mang Sarma. Dalam perjalanan Pelantikan, Sangga Risma terjebak Badai kabut dan salah satu anggotanya jatuh ke dalam jurang. Di saat-saat panik seperti itu tiba-tiba Risma melihat sosok Tria disela-sela kabut tanpa mempedulikan teman-temannya ia mengikuti Tria dan tersesat di dalam hutan. Sementara Itu Rully, Jaka, Chipay dan Nuri panik mengetahui Risma menghilang hingga mereka melupakan bendera Merah Putih yang telah mereka dapatkan susah payah sebagai tanda bisa mengikuti pelantikan. Diakhir cerita mereka bisa kembali mendapatkan bendera merah putih dengan segala perjuangannya dan juga berhasil menemukan RISMA dan berkat kepiawaian RISMA dalam menerjemahkan sandi ia juga berhasil mengetahui rahasia keluarganya selama ini.
Film ini bertema petualangan dengan misi membangkitkan nasionalisme, Kejujuran mengungkap rahasia, dan perdamaian yang kian pudar terutama di generasi muda.
aku menangis dengan air mata yang terpanggang kemarau.
Aku bersembunyi di balik sandi-sandi,
dan hidupku di tentukan pada ketika berjalan di dua simpangan.
membiarkan yang tersayang terpanggang
atau menyelamatkan si benci dengan sayang.
Aku tetap mematung di dua simpangan,
dengan tawa dan tangis yang tak dapat di terjemahkan
KALA SANDI BERKATA
Oleh AR. AFFANDI
Minggu 4 Oktober 2009
RISMA Berdiri di atas bukit, ia membawa sepasang bendera semaphore Kemudian tangannya dengan gemulai namun penuh ketegasan membentuk sandi-sandi dan merangkai sebuah kalimat . Ia sengaja memisahkan diri dari teman-temannya yang sedang sibuk berlatih pramuka. Setelah lelah, ia kembali menuruni bukit, ia mengambil sesuatu dari tasnya. Sebuah buku harian kini ada di tangannya. Seolah tak mau peduli dengan semua yang ada disekitarnya, Risma kembali menggerakkan tangan dan jemarinya, membuat sebuah tulisan berbentuk sandi-sandi.
Ia memang terkenal jago di bidang sandi-sandi, dari mulai semaphore, Morse, Sandi Kotak, Sandi rumput, dan semua sandi yang ada di kegiatan Kepramukaan ia kuasai semua..
Sementara itu, disebuah lapangan yang cukup luas beberapa sangga Pramuka Penegak bantara tengah sibuk berlatih Kolone Tongkat, dan Baris berbaris. Nampak dari kejauhan 4 orang yang berpakaian Pramuka berjalan dengan gagah layaknya jagoan. JAKA. seorang laki-laki berperawakan sedang dan berwajah tampan, NURI. Seorang perempuan tomboy, RULLY laki-laki tinggi besar yang suka iseng dan berwatak keras tapi punya sifat jorok, serta CHIPAY laki-laki berperawakan tinggi besar dan berambut lurus yang kelihatn sedikit culun. Mereka semakin mendekat, kemudian berdiri sejajar membentuk satu shaf.
Tiba-tiba mereka berbalik. Satu persatu tangan mereka mengeluarkan sebuah syal berwarna biru. Mereka membentangkan tangannya satu persatu dan dengan gerakan yang sigap mereka memasangkan syal biru tersebut dikepala mereka
4 orang itu kembali berbalik. Satu persatu sorot mata mereka menatap tajam, namun ada keanehan di orang ke empat yaitu CHIPAY. Bukan sorot mata yang tajam yang ia perlihatkan, tetapi wajah bingung yang tampak karena ikatan syal birunya menutupi matanya. Hingga menabrak salah satu temannya hingga mereka berlima terjatuh saling bertindihan
Dari arah berlainan, sepasang kaki bercelana coklat dan bersepatu pantovel hitam mendekati kelima anak yang sedang tertawa cekikikan karena kelakuan si CHIPAY. Melihat sepasang kaki itu serentak mereka menghentikan tawanya. Kemudian perlahan mata mereka menyapu pandang dari ujung sepatu hingga ke atas. Ketika mereka melihat sosok didepannya adalah seorang pembina, buru-buru mereka bangkit dan berusaha meluruskan barisan. Tapi tetap kacau. Ada yang lencang kanan, ada juga yang lencang kiri, ada yang setengah lengan lencang kanan, ada juga yang setengah lengan lencang kiri.
“ Sangga kalian tidak pernah serius....! Siaaapppp Gerak....!” dengan suara mengelegar Pak Rasyid mengingatkan Sangga tersebut
Mendengar suara yang sangat keras itu, tiba-tiba CHIPAY jatuh Pingsan.
----***-----
Angin berpelesir menyusuri pesisir pantai. Pagi itu, masih dingin. Desirnya menampar-nampar hutan bakau yang masih gelap tersamar sisa-sisa malam. Hembusannya kadang nakal membelai pipi kerontang yang duduk diatas karang. Disamping perempuan itu, duduk seorang lelaki muda yang sibuk menyalakan korek api. Usahanya sia-sia berperang melawan angin.
“ Sialan…….!! “ Arya memaki sambil terus berusaha menyalakan korek api.
“ Kapan kamu hentikan kebiasaan merokokmu itu, Ar ? “
“ Jangan pernah melarang aku Ris ! Aku bisa sekarat jika kepenatanku dibiarkan tanpa rokok. Bisa pecah otakku nantinya !”
“ Seharusnya kamu sudah berhenti sejak bronchitismu kambuh lagi. Merokok pagi-pagi dengan perut kosong seperti itu membahayakan, Ar ”
Tanpa peduli pada Risma, Arya terus berusaha menyalakan api..
“ Ah…nyala juga “, ia menyedot rokoknya dalam-dalam, kemudian menghembuskan asapnya mengotori udara pagi itu. “ Peduli setan, Ris !”
“ Kamu keras kepala, Ar !”
“ Kita sama-sama keras kepala kok, Ris !”
“ Maksudmu ? “
Aku tak habis fikir. Kenapa kau tak mau orang tuamu mengetahui hubungan kita ? “ Arya kembali menghembuskan asap rokoknya. Risma terdiam sejenak.
“ Mengertilah, Ar. Kamu tau. Orang tuaku akan memberhentikan sekolahku kalau mereka tahu kita pacaran. “
“ Apa salah kita pacaran ?”, Arya memotong. “ Apa karena aku lebih tua darimu ? Apakah seorang Ari begitu jahat dimata orang tua kamu ? Apa yang salah diantara kita, Ris ?”
“ Kamu tidak mengerti, Ar ”
“ Ah….selalu kalimat itu…” Arya membuang rokoknya dengan kesal.
“ Sudahlah, Ar. Aku capek. Kita pulang sekarang “
Masih dengan perasan marah, Arya mencabuti satu persatu patok tenda. Sementara itu Risma sibuk mengemasi barang-barang kedalam tas ranselnya. Sebentar kemudian mereka berdua telah berada di dalam mobil.
Kijang Merah itu melaju kencang bersama diamnya Arya dan Risma.
----***-----
Kijang Merah itu berhenti disebuah Gang.
“ Please. Ris. Untuk terakhir kalinya aku meminta. Bolehkah aku mengantarmu ke rumah ?”
“ Maaf, Ar. Ngga bisa..Sampai ketemu nanti ya….” Risma bergegas turun dari mobil, tangannya melambai ke arah Arya yang tampak kecewa. Laki-laki itu kemudian perlahan menekan pedal gasnya, pergi melaju dijalan. Sementara Risma berjalan menyusuri gang hingga tiba didepan sebuah rumah di ujung jalan berbatasan dengan kebun yang rimbun.
Rumah kecil peninggalan Belanda itu masih tertata rapi dan kokoh. Letaknya jauh diujung gang. Agak terpisah dengan rumah-rumah lainnya di kompleks itu. Sebuah halaman berumput hijau dengan tanaman-tanaman juga tertata indah disana sedikit menghilangkan kesan angker dari rumah tua tersebut. Di paviliunnya terdapat sebuah kamar yang dihuni oleh sang empunya rumah. Mang Sarma namanya. Laki-laki setengah baya itu menyewakan rumah itu pada Risma sejak tiga tahun yang lalu. Saat itu datanglah sepasang suami istri dengan kedua anaknya dengan maksud menyewa rumah tersebut. Anehnya, dengan alasan melatih kemandirian. Kedua orang tua itu meninggalkan kedua anaknya yang masih belia itu di rumah tersebut dan menitipkannya pada Mang Sarma. Sejak saat itulah Mang Sarma tak ubahnya menjadi Orang tua asuh Risma dan Tria yang mempunyai keterbelakangan mental. Mang Sarma hanya tinggal sendiri. Istrinya sudah meninggal, dan ia tidak mempunyai anak, hingga ia menganggap Risma dan Tria sebagai anaknya sendiri.
“ Baru pulang neng ? “ tiba-tiba Mang Sarma muncul dari samping rumah mengagetkan Risma dari lamunannya.
“ Eh..Iya Mang. Bagaimana keadaan Tria ?”
“ Baik-baik saja neng…”
“ Makasih, ya Mang. Udah jagain Tria..”
“ Sama-sama, Neng. Oh ya, neng. Mamang Cuma mau ngasih tahu. Minggu depan Mamang ingin pulang ke kampung. Mungkin disana Mamang agak lama. Tolong Jagain rumah ya Neng… “
Risma hanya mengangguk ringan, ia bergegas masuk kedalam rumah. Ia kangen sekali pada adiknya setelah satu malam ia berkemah ditepi pantai bersama Ari. Entah kenapa ia tidak merasa khawatir sering meninggalkan Tria yang kurang normal dibanding dengan anak perempuan lainnya. Risma yakin Mang Sarma bisa menjaga adiknya itu.
Saat masuk kedalam kamar, tampak Tria sedang menggangguk-anggukan kepalanya menikmati musik yang ia dengar dari headset. Ia tersenyum ketika tahu Risma telah ada didalam kamarnya. Perempuan itu memeluk tubuh Risma.
“ Neh Risma hudah mulang…. “
“ Iya sayang….kamu baik-baik saja ?”
Tria mengangguk, kemudian melepaskan headset yang ada ditelinganya lalu memasangkannya ditelinga Risma. Risma kaget, gendang telinganya serasa pecah. Volume headset itu benar-benar full. Perlahan ia mengecilkan volumenya kemudian tersenyum kearah Tria sambil mengangkat jempol. Ia kembali mengembalikan headset dan memasangkan kembali ke telinga Tria. Perempuan Autis itu melonjak-lonjak kegirangan. Risma hanya tersenyum kemudian merebahkan tubuhnya diranjang, sejenak melepas kepenatan. Sambil fikirannya melayang pada ucapan Mang Sarma tadi. Orang tua itu ingin pulang kampung, siapa yang akan menjaga Tria nanti ?
Suatu Waktu, Mereka yang sama-sama aktif di organisasi Pramuka. Melakukan sebuah perjalanan dalam Pelantikan TKU yang mengantarkan mereka pada sebuah pengalaman menantang. Kelompok mereka tersesat di sebuah tempat yang asing. Berbagai rintangan mereka hadapi mulai terjebak badai kabut, kehilangan bendera merah putih sebagai tanda ikut perjalanan , hingga hilangnya RISMA di tengah hutan dan bertemu dengan orang-orang yang misterius.
Diakhir cerita mereka bisa kembali mendapatkan bendera merah putih dengan segala perjuangannya dan juga berhasil menemukan RISMA dan berkat Kepiawaian RISMA dalam menerjemahkan sandi ia berhasil mengetahui rahasia keluarganya selama ini.
Film ini bertema petualangan dengan misi membangkitkan nasionalisme, Kejujuran mengungkap rahasia, dan perdamaian yang kian pudar terutama di generasi muda.
JANGAN KALIAN DENGUNGKAN BESARNYA MOMENT KEMERDEKAAN KALAU KALIAN TIDAK MENGERTI MAKNA PERBEDAAN. JANGAN KUMANDANGKAN KEBANGGAAN KALIAN, KALAU KALIAN TAK AKUI PERSAUDARAAN, SERTA TAHU HITAM DAN PUTIH.
DWI WARNA BERKIBAR
DWI WARNA BUKAN MILIK GOLONGAN
DWI WARNA MILIK KITA SEMUA
DWI WARNA MILIK INDONESIA
MERDEKA INDONESIA
MERDEKA KITA DALAM SATU !
Penasaran dengan cerita ini ? atau Adik-adik ingin terlibat langsung di dalamnya ?
Buat semua anggota Pramuka dimana saja berada, Roverscout yang tergabung dalam Gp Production dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke 49 dan menyongsong pencanangan Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pramuka , kamiakan memproduksi sebuah FTV dengan latar belakang cerita Kepramukaan.
Buat Adik-adik yang ingin menjadi salah satu pemain yang ada dalam cerita ini silahkan menghubungi 0232878613 ( Operator ), 081324407928 ( Ka Rois ) atau 085724244444 ( Kak Angga )
Internalisasi Kembali Nilai – Nilai Kepramukaan
MENDENGAR kata pramuka, orang tentu berasumsi bulan Agustus, lantaran aktivitasya nyaris hanya bisa dilihat masyarakat pada bulan tersebut. Sedang bulan-bulan lain kata pramuka seolah hanya menjadi pengisi satu sudut kecil kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, yang tidak semua Gugus Depan aktif melaksanakannya.
Sekadar merefleksi saja, pramuka memang organisasi yang dari zaman kolonial sampai zaman yang reformasi 'diidolakan' oleh pemerintah. Simak saja berbagai upaya yang membangun pramuka secara holistik, baik dari segi usia maupun instansi pemerintah. Semua siswa usia 7-25 tahun dikelompokkan dalam kategori peserta didik, 25 tahun ke atas pembina, dan mereka yang usia lanjut dihimpun dalam Hiprada dan Pandu Wreda.
Tidak ketinggalan, di berbagai instansi dari kelurahan sampai pusat, para Kepala Kelurahan/ Kepala Desa, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden tidak bisa 'mengelak' untuk menjadi pramuka. Kepolisian dengan Saka Bhayangkara, Angkatan Laut dengan Saka Bahari, Angkatan Udara dengan Saka Dirgantara, Kehutanan dengan Saka Wana Bakti, Kesehatan dengan Saka Bakti Husada, Keluarga Berencana dengan Saka Kencana, Pariwisata dengan Saka Pandu Wisata, dan Saka-saka lain yang merupakan manifestasi pramuka dalam upaya memberikan pendidikan bagi generasi muda.
Parpol Pramuka?
Pada pertemuan pembina pramuka, saya pernah berkelakar andai saja pramuka jadi 'partai politik' barangkali dapat memenangkan pemilu. Alasan saya sederhana lantaran secara keanggotaan semua orang sudah pernah menjadi pramuka dan merasakan betapa kegiatan pramuka penuh nuansa 'ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana'.
Sudah saya tebak sebelumnya bahwa ide guyon tersebut tidak mendapat sambutan. Semua pembina pramuka yang hadir menyatakan tidak sependapat dengan apa yang saya lontarkan. Bahkan ada yang menggapai serius berdirinya pramuka bukan untuk menyusun kegiatan yang menjurus ke partai politik namun lebih terfokus kepada pembinaan generasi muda.
Dalam benak 'umpan saya terpancing'. Apa yang saya lontarkan sebenarnya hanya sebuah pencerahan pemikiran lantaran sudah lama stakeholders pramuka hanya berpandangan homogen. Tidak pernah ada dinamika pemikiran yang merupakan refleksi dari perlunya pramuka untuk berwawasan ke depan memikirkan negeri Indonesia.
Dalam kondisi negara yang tidak menentu, apa yang dilakukan pramuka cenderung sama dengan kondisi negara sebelumnya. Simak saja berbagai kegiatan pramuka dari siaga, penggalang, penegak/ pandega, dan pembina selalu menampilkan aktivitas yang monoton. Para pembina pramuka hanya berpikir kegiatan pesta siaga, jambore, raimuna, dan karang pamitran dari zaman dulu sampai sekarang tanpa memiliki dinamika aktivitas yang heterogen.
Secara konsep sebenarnya tidak ada orang yang meragukan organisasi yang berlambang tunas kelapa tersebut. Hal ini lantaran keberadaannya cukup terbukti mampu mengakomodasi kekuatan dan aktivitasnya cenderung 'baik'. Hampir tidak pernah ada berita di media mengenai tindak kejahatan dan kriminal yang berlabel pramuka.
Yang menjadi bahan renungan barangkali bukankah para pelaku tindak kejahatan tersebut ketika sekolah juga pernah menjadi anggota pramuka? Nilai apakah yang mereka serap dan teladani dari kegiatan pramuka? Bukankah pramuka selalu berkampanye dengan untaian lagu: 'pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, pramuka siapa yang punya, yang punya kita semua'. Kata 'kita' yang dimaksud adalah seluruh bangsa Indonesia.
Konsekuensi logis dari lagu tersebut adalah rasa handarbeni terhadap gerakan pramuka sehingga segala pikiran, ucapan, dan tindakan senantiasa berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Darma. Realitas di lapangan belum sepenuhnya anggota gerakan pramuka mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.
Lihat saja tayangan iklan di televisi dengan setting pramuka yang memamerkan produk sepatu terkenal, tanda-tanda /atribut pramuka yang dikenakan tidak benar, seperti pemasangan tanda pelantikan pramuka 'laki-laki'. Hal serupa juga terulang pada penayangan sinetron Bidadari 2 yang mengambil setting kegiatan pramuka beberapa hari lalu.
"Bawa Laksana"
Sejujurnya, konsep ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana sangatlah cocok untuk negeri Indonesia, bukan 'ikhlas harta demi kedudukan'. Hal menarik dari konsep tersebut semata-mata mengajak seluruh komponen bangsa agar memberikan setitik bakti untuk negeri ini, senantiasa teguh pada pendirian, dan menepati apa yang dikatakan.
Dalam etika Jawa dikenal satu ungkapan yang berbunyi sabda pandhita ratu, tan kena wola-wali, yang dapat dimaknai bahwa seorang pemimpin haruslah konsekuen untuk mewujudkan apa yang telah diucapkan. Kristalisasi dari ungkapan itu adalah perlunya pemimpin memiliki sifat bawa laksana. Dalam filsafat jawa, seorang raja (dan tentunya, demikian pulalah seorang pemimpin) harus memiliki sifat bawa laksana disamping sifat-sifat baik lainnya.
Ini tercermin dari ungkapan yang sering diucapkan Ki Dalang dalam setiap lakon wayang, yang berbunyi: dene utamaning nata, berbudi bawa laksana (sifat utama bagi seorang raja adalah bermurah hati dan teguh memegang janji).
Sifat bawa laksana dianggap mempunyai nilai yang sangat tinggi, sehingga ia harus dimenangkan apabila terjadi berbenturan dengan nilai-nilai lain, termasuk nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Etika bawa laksana ini mengandung nilai yang bersifat universal. Di mana pun dan kapan pun juga, sikap tersebut pasti diakui sebagai mengandung nilai filsafat yang baik dan perlu dipegang teguh oleh semua orang.
Lantas, bagaimana dengan etika bawa laksana pemimpin negeri ini? Tanpa memberi komentar yang berlebihan, masyarakat barangkali sudah dapat memberikan penilaian terhadap kinerja para pemimpin negeri ini. Bercermin pada perilaku pramuka yang kental dengan nuansa ikhlas bakti bina bangsa dan berbudi bawa laksana agaknya dapat dijadikan pengobat kegelisahan negeri yang mendapat julukan zamrud katulistiwa. Selaras dengan tema HUT ke-42 Pramuka yang dicanangkan Kwarda Jateng yakni:
'Bersatu dalam Kebersamaan dan Bersama dalam Persatuan' Gerakan Pramuka selayaknya menjadi pelopor perlunya merekatkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa menuju terciptanya kebersamaan untuk membangun bangsa di tengah-tengah kehidupan yang mengglobal. Setidaknya ada beberapa hal yang patut direnungsarikan sebagai bekal gerakan pramuka dalam menjadi pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.
Pertama, pertajam serangkaian kegiatan yang bernuansa persatuan secara spesifik dengan mengaktifkan kegiatan di gugus depan sebagai basis pembinaan generasi muda.Kegiatan bersifat beregu yang merupakan refleksi dari pentingnya kebersamaan perlu ditingkatkan lebih aplikatif sebagai wujud pengalaman Dasa Darma pramuka.
Kedua, konsisten dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai internalisasi dari semboyan pramuka: ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas kegiatan bakti, baik kepada sesama dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengalaman Dasa Darma ke-2, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Ketiga, mengamalkan nilai-nilai luhur gerakan pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan responsif terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lapangan. Wujud nyatanya dengan berpikir, berucap, dan bertindak yang baik dalam selubung kehidupan yang pluralis. Selebihnya menindakkritisi berbagai gagasan-gagasan yang bersifat inovatif demi kemajuan pramuka di masa depan.
Keempat, senantiasa menjalin interaksi dan koordinasi dengan organisasi lain dalam upaya membangun negeri Indonesia. Hal ini didasari atas pentingnya kebersamaan selaras dengan pepatah: 'Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh' Kebersamaan tersebut juga dapat menepis asumsi sementara orang bahwa pramuka adalah organisasi yang dijadikan 'anak emas' pemerintah.
Memandulah terus suatu saat akan kau temukan sesuatu yang indah! Dirgahayu Gerakan Pramuka! Semoga masih menjadi milik 'kita' semua sehingga mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa demi masa depan Indonesia tercinta.
Kakak-kakak Ketua Mabida dan Mabicab Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pimpinan Kwarda,
Kwarcab dan Kwarran Gerakan Pramuka,
Kakak-kakak Pelatih, Pembina, Pamong dan Instruktur Gerakan Pramuka, Adik-adik Pramuka yang saya banggakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Salam Pramuka,
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat untuk turut memperingati Hari Pramuka ke 48 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus.
Selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia ini menyampaikan ucapan Selamat Hari Pramuka ke 48 kepada segenap keluarga besar anggota Gerakan Pramuka di manapun berada. Semoga peringatan Hari Pramuka ke 48 ini dapat memacu kita untuk lebih memajukan Gerakan Pramuka. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Revitalisasi Gerakan Pramuka, yang merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda di Indonesia, telah berjalan selama tiga tahun. Revitalisasi, yang tujuan pokoknya adalah untuk memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka serta untuk meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, dalam tiga tahun ini telah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. Secara bertahap, tetapi pasti, citra dan kinerja Gerakan Pramuka tampak main membaik Minat kaum muda terhadap Gerakan Pramuka tampak makin meningkat.
Bersamaan dengan itu pelbagai kegiatan kepramukaan telah semakin banyak dilaksanakan. Untuk tercapainya visi dan misi Gerakan Pramuka, yakni mempersiapkan para pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia pada masa depan, pelbagai keberhasilan ini tentu harus dapat dipertahankan dan bahkan semakin lebih ditingkatkan. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Sejarah memang telah mencatat peranan besar anggota pramuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa-masa awal kebangkitan nasional, para anggota pramuka (kepanduan) mempunyai peranan besar dalam membangkitkan semangat kebangsaan. Pada sekitar tahun 1920-an para anggota pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggalang semangat persatuan.
Untuk kemudian, pada masa-masa awal kemerdekaan, para anggota pramuka (kepanduan) berperan besar dalam menggelorakan semangat bela negara. Sangatlah relevan apabila pada saat ini ketiga peranan tersebut dapat lebih ditingkatkan. Untuk itu, keberhasilan Revitalisasi Gerakan Pramuka sangat menentukan. Untuk lebih memantapkan eksistensi Gerakan Pramuka, telah berhasil disusun RUU Gerakan Pramuka, yang pada saat ini telah menjadi hak inisiatif DPR.
Sedangkan untuk lebih meningkatkan fungsi Gerakan Pramuka, pada saat ini sedang dilakukan pembaruan sistem pendidikan kepramukaan.
Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,
Inti pokok pemantapan eksistensi Gerakan Pramuka sebagaimana yang tercantum dalam RUU Gerakan Pramuka setidak-tidaknya mencakup lima hal pokok, yakni: Pertama,penetapan Pancasila sebagai sumber nilai pendidikan kepramukaan Kedua,penetapan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah otonom yang bertanggungjawab menyelenggarakan pendidikan kepramukaanKetiga,penetapan APBN/APBD sebagai bagian dari sumber dana Gerakan PramukaKeempat, penetapan pertanggungjawaban kepengurusan kepada Presiden RI sebagai Pramuka UtamaKelima, penetapan prinsip dasar, kode kehormatan serta metoda kepramukaan sebagai unsur pokok dalam sistem pendidikan kepramukaan Sedangkan inti pokok peningkatan fungsi Gerakan Pramuka sebagaimana yang sedang diperbarui pada saat ini adalah penetapan standar untuk tiga unsur pokok sistem pendidikan kepramukaan, yakni: Pertama, standar keluaran yakni kompetensi yang ingin dicapai oleh para peserta didik, mulai dari tingkat siaga, penggalang, penegak sampai dengan pandega Kedua, standar proses yakni pelbagai kegiatan kepramukaan yang wajib diselenggarakan oleh gugusdepan serta diikuti oleh setiap peserta didik Ketiga standar masukan, utamanya aspek ketenagaan dan sarana pendidikan kepramukaan Untuk aspek ketenagaan, yakni para pembina, instruktur, dan pelatih, setelah standardisasi akan dilanjutkan dengan sertifikasi, registrasi dan lisensi Untuk aspek sarana, yakni gugusdepan, sebagai tempat pendidikan bagi anggota muda, serta pelbagai pusat pelatihan, sebagai tempat pendidikan bagi anggota dewasa, setelah standardisasi akan dilanjutkan dengan lisensi dan akreditasi.
Pada masa depan, direncanakan gugusdepan yang diizinkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, dan karena itu memiliki lisensi, hanyalah gugusdepan yang telah terakreditasi serta didukung oleh tenaga pembina yang telah ter-registrasi saja.
Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati,
Hakekat dasar pendidikan kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan, yakni Satya dan Darma Pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang tangguh pada masa depan. Dalam kerangka mempersiapkan kaum muda yang seperti inilah ditetapkan tema peringatan HUT Gerakan Pramuka ke 48 pada tahun ini adalah ”Tingkatkan Peran Gerakan Pramuka dalam Membangun Karakter dan Kepemimpinan Bangsa”.
Diharapkan dengan tema ini, kita semua dapat lebih meningkatkan motivasi dan bakti kita, bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan bagi masa depan kaum muda yang lebih baik pada masa depan. Kakak-kakak dan adik-adik keluarga besar Gerakan Pramuka yang saya hormati, Pada kesempatan memperingati Hari Pramuka ke 48 ini perkenankanlah saya atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan bagi perkembangan dan kemajuan Gerakan Pramuka. Ucapan terima kasih ini terutama kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan kepada bapak-bapak/ibu-ibu Menteri, serta kepada bapak-bapak/ibu-ibu Gubernur serta bapak-bapak/ibu-ibu Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, Tanpa bantuan bapak-bapak/ibu-ibu semua, tidak mungkin revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah pula saya mengajak para anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untuk percepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka. Kepada para Pimpinan Kwartir Daerah, Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia, saya menghimbau, marilah kita bersama berupaya melakukan hal–hal terbaik, demi masa depan kaum muda Indonesia yang lebih cerah. Kepada para anggota muda Gerakan Pramuka, yakni adik-adik pramuka di seluruh Indonesia, saya menyampaikan rasa bangga. Sangatlah tepat pilihan adik-adik untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan. Mengikuti pendidikan formal saja tidaklah cukup.
Untuk hasil yang optimal dalam pembentukan watak, kepribadian dan akhlak mulia, adik-adik perlu menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman, antara lain dengan mengikuti pendidikan nilai-nilai melalui Gerakan Pramuka.
Semoga upaya yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Gerakan Pramuka SMAN 1 Ciawigebang Ambalan Pangeran Arya Santang dan Dyah Pitaloka akan mengadakan acara Reuni yang akan dilaksankn hari Sabtu Tanggal 26 September 2009 Pukul 08.00 s.d selesai bertempat di Kampus SMA Negeri I Ciawigebang
Bagi siapapun anggota Pangeran Arya Santang dan Dyah Pitaloka yg ingin gabung di acara 3 syawalan mohon mengirimkan data nama, alamat dan nomor handphone yang bisa di hubungi ke email roverscout_jaya@yahoo.co.id atau silahkan kakak tulis di pesan shoutmixRencana syawalan semula yang akan di laksanakan di salah satu obyek wisata di Kab.Kuningan kemungkinan ditangguhkan menunggu hasil rapat tanggal 19 September 2009 . Terimakasih
Ketika jiwa Pramuka telah merasuk dalam jiwa seseorang maka sampai usia berapapun ia akan terus mencintai Pramuka. Selain rasa memiliki terhadap organisasi yang telah membesarkan jiwa mereka, memberikan mereka pendidikan tentang alam, tentang semangat kebersamaan dan tanggung jawab. Bagi para alumnus, kemajuan Pramuka di sekolahnya adalah tujuan utama.
Keberadan alumnus dalam kegiatan Kepramukaan mempunyai dampak positif dan negatif : 1. Dampak Positif
Terbatasnya Dewan Pembina dan Jumlah anggota Dewan Kerja Ambalan di beberapa Gugus Depan sangat di untungkan dengan keberadaan alumnus. Mereka dapat diperbantukan dalam kontroling kegiatan atau bahkan dilibatkan dalam beberapa kegiatan kegiatan di lapangan misalnya, dalam perencanaan dan pelaksanaan Jurit malam, dalam perencanaan kegiatan penyulutan Api Unggun, dalam kegiatan perkemahan biasanya alumnus dapat juga diperbantukan sebagi tim keamanan, atau dalam kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak bisa tertangani langsung oleh Dewan Pembina dan Anggota Dewan Kerja Ambalan.
Alumnus dapat menjadi tempat sharing problem untuk kemajuan Gugus Depan.
Jalinan Silaturahmi yang tak pernah putus sebagai anggota Pramuka Gugus Depan.
2. Dampak Negatif
Kehadiran Alumnus dalam kegiatan kepramukaan kadang tidak murni untuk membantu kegiatan, kadang ada beberapa alumnus yang datang hanya dengan niat numpang nampang dan tebar pesona serta membuat acara dalam acara yang kadang menurunkan kredibilitas alumnus itu sendiri.
Adanya dugaan intervensi pada beberapa kegiatan yang berpatokan pada kegiatan yang dilaksanakan pada masa Angkatannya.
Terlepas dari dampak-dampak diatas, bagi sebagian Gugus Depan ada yang menutup sama sekali akan kehadiran kehadiran alumnus. Namun sebagian kecil lagi ada yang tetap menganggap penting dengan menjalin komunikasi dan kerjasama dengan alumnus pada kegiatan-kegiatan Kepramukaan. Seperti halnya di SMAN Ciawigebang. Sejak angkatan pertama, Ikatan Alumnus Bantara SMAN Ciawigebang ( IKABA SMANCI ) telah terikat secara emosional dengan kegiatan kepramukaan di Gugus Depan tersebut. IKABA SMANCI berturut-turut di pimpin oleh Kak Satim, Kak Rois Affandi dan terakhir oleh Kak Ali Wantoso. Meskipun kontribusinya baru sebatas membantu kegiatan Pelantikan-pelantikan dan Perkemahan, namun kehadiran IKABA pada tahun 1998 sempat menjadi acungan jempol dari Kwarcab Kuningan. Karena menurut mereka, Gugus Depan SMAN Ciawigebang adalah Gugus Depan yang mampu mengikat kuat bathin anggota Pramukanya meskipun mereka sudah tidak lagi menjadi siswa di sekolah tersebut, semangat kekeluargaan dan kebersamaan antar sesama anggota pramuka di SMAN Ciawigebang tidak ditemukan di Gugus Depan Gugudepan lain yang ada di Kabupaten Kuningan. Hal itu terbentuk semata karena gemblengan dan didikan dari pembina pramuka saat itu, yang tidak hanya mengajarkan materi berdasarkan SKU tetapi juga mengajarkan betapa pentingnya sebuah kebersamaan dalam sebuah keluarga besar Pramuka. Kak Sopyan sebagai salah seorang yang membidani kelahiran Pramuka di SMA Ciawigebang adalah orang yang betul-betul berjasa dalam masa-masa kelahiran IKABA, beliaulah yang selalu bisa menjembatani hubungan antara IKABA dengan pihak sekolah atau dalam hal ini Gugus Depan SMA N Ciawigebang. Namun sayangnya, setelah kepindahan beliau ke sekolah lain. Aktifitas IKABA hampir tidak ada sama sekali, hilangnya sosok penyeimbang, pembimbing dan pengarah membuat IKABA tidak lagi seimbang, tak terbimbing dan tak terarah. Bahkan kehadirannya seperti hidup segan mati tak mau. Sebagian anggota IKABA malah ikut bergabung dengan ROVER SCOUT. Grafik Jalinan silaturahmi dan komunikasi antar pembina, anggota DKA dengan IKABA hampir mengalami penurunan yang sangat drastis. Yang dikhawatirkan adalah, seperti yang terjadi disekolah-sekolah lain. Adanya anggapan bahwa kehadiran alumnus mematikan kreativitas DKA, atau kehadiran alumus mematikan kerja dan wibawa Dewan Pembina. Jika memang benar adanya anggapan tersebut, maka sungguh disesalkan. Sebab kita tidak bisa melihat sebuah permasalahan hanya dari satu sisi saja. Alumnus adalah orang-orang yang mampu berfikir dan mampu memilih dan memilah, serta punya niat baik untuk memajukan pramuka di sekolahnya. Akhirnya.....catatan ini semoga membuka hati para alumnus terutama Anggota IKABA untuk bisa membuktikan bahwa kehadiran kita di kegiatan Pramuka semata hanyalah untuk melihat perkembangan pramuka yang telah mendewasakan kita dan kalau diperlukan / jika diperbolehkan ikut membantu memajukannya. Mari kita buktikan bahwa kehadiran kita tidak akan mematikan kreativitas DKA atau bahkan membuat pembina kehilangan wibawanya. Untuk PAS dan DP, ada atau tanpa kehadiran kami kalian harus mampu menjadi yang terdepan di Kabupaten Kuningan. Salam Pramuka !!!!!! Jayalah Pangeran Arya Santang dan Dyah Pitaloka !!